Ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis selama berpuluh-puluh tahun telah menyebabkan penurunan kualitas lahan pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Tanah menjadi keras, mikroba alami menghilang, dan biaya produksi petani semakin membengkak seiring fluktuasi harga pupuk subsidi. Menyikapi kondisi tersebut, platform Agro Kebun menjalin kemitraan erat dengan produsen pupuk terbesar di Indonesia, Pupuk Kaltim, untuk meluncurkan program kedaulatan pupuk. Inti dari program ini adalah memberikan edukasi formulasi organik kepada para petani agar mereka mampu memproduksi nutrisi tanaman secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal.
Langkah ini bertujuan untuk memutus rantai ketergantungan petani pada input eksternal yang sering kali sulit didapatkan saat musim tanam tiba. Melalui riset yang didukung oleh laboratorium Pupuk Kaltim, Agro Kebun memperkenalkan berbagai resep pupuk organik cair dan padat yang telah teruji efektivitasnya dalam meningkatkan kesuburan tanah. Para petani diajarkan bagaimana mengolah limbah pertanian, seperti jerami, sekam, hingga kotoran ternak, menjadi pupuk berkualitas tinggi yang kaya akan unsur hara esensial melalui proses fermentasi yang terukur.
Edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga saintifik. Petani diajak memahami filosofi kesehatan tanah melalui aplikasi Agro Kebun, di mana mereka dapat berkonsultasi mengenai kebutuhan nutrisi spesifik bagi setiap jenis tanaman mereka. Pihak Pupuk Kaltim berperan menyediakan booster organik atau mikroba dekomposer yang mempercepat proses pembuatan pupuk tersebut. Dengan memadukan kearifan lokal dalam memanfaatkan bahan organik dan kecanggihan bioteknologi, petani diharapkan mampu menciptakan kedaulatan di atas lahan mereka sendiri tanpa harus terus-menerus menunggu pasokan pupuk dari luar.
Program ini secara langsung berdampak pada penurunan biaya operasional pertanian. Salah satu komponen biaya terbesar dalam bertani adalah pembelian pupuk dan pestisida kimia. Dengan mengadopsi formulasi organik, petani dapat menghemat pengeluaran hingga 40%. Selain itu, penggunaan bahan organik secara konsisten akan memperbaiki struktur tanah dalam jangka panjang, menjadikannya lebih gembur dan mampu mengikat air lebih baik. Tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman yang lebih kuat terhadap serangan hama, sehingga penggunaan pestisida kimia pun dapat dikurangi secara bertahap.