Pencarian sumber energi terbarukan pengganti bahan bakar fosil terus digalakkan oleh para periset energi hijau guna mengurangi tingkat emisi gas rumah kaca global secara signifikan. Tanaman sorgum manis kini menjadi primadona baru di kalangan peneliti pertanian berkat kandungan nira pada batangnya yang sangat potensial diolah menjadi bioetanol berkualitas. Budidaya tanaman ini tergolong sangat mudah dan tidak memerlukan banyak pasokan air serta pupuk kimia sintetis berlebih.

Ekstraksi batang sorgum menghasilkan cairan nira manis yang langsung melalui proses fermentasi menggunakan ragi khusus untuk mengubah kandungan gula sederhana menjadi alkohol bahan bakar nabati. limbah ekstraksi nira dari batang sorgum yang telah diperas juga dapat dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku pakan ternak atau papan serat alternatif. Konsep ekonomi sirkular diterapkan secara utuh dalam pengelolaan industri pengolahan sorgum terpadu di perdesaan.

Potensi pengembangan tanaman sorgum manis di lahan-lahan marjinal atau bekas tambang memberikan harapan baru bagi penyediaan bahan baku energi tanpa harus bersaing dengan lahan pangan utama. Petani di daerah kering dapat menanam komoditas multiguna ini dengan hasil panen yang memuaskan meskipun curah hujan di wilayah mereka tergolong sangat minim. Ketahanan energi dan pangan berjalan selaras.

Pabrik pengolahan bioetanol berskala komunal di sentra penanaman sorgum mulai dibangun secara bertahap oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan investor swasta di bidang energi hijau. Keterlibatan aktif kelompok tani sebagai pemasok utama batang sorgum segar menjamin kelangsungan pasokan bahan baku pabrik sepanjang tahun tanpa hambatan berarti. Kesejahteraan masyarakat desa meningkat.

Uji coba penggunaan bioetanol hasil sulingan nira sorgum sebagai campuran bahan bakar kendaraan bermotor menunjukkan hasil performa mesin yang bersih dan ramah lingkungan tanpa emisi hitam. Transisi menuju energi hijau di sektor transportasi nasional semakin mendekati kenyataan berkat ketersediaan pasokan bahan bakar nabati lokal yang melimpah. Kemandirian energi bangsa dapat terwujud.

Pengembangan industri berbasis tanaman sorgum manis merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan serta berwawasan lingkungan hidup masa depan. Dukungan regulasi pemerintah sangat dibutuhkan untuk mempercepat hilirisasi riset energi terbarukan di tanah air agar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat luas.

Kategori: Berita