Mengunjungi Helvetia tempo dulu berarti menyelami puncak kejayaan tembakau Medan. Kawasan ini, yang namanya saja bernuansa Swiss, adalah jantung industri tembakau Deli yang melegenda. Potret kehidupannya dipenuhi dinamika antara para ondernemer Eropa dan ribuan kuli kontrak, menciptakan mosaik sosial yang unik dan kompleks pada masanya.

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, puncak kejayaan tembakau Deli menarik perhatian dunia. Tanah subur di Helvetia, dengan iklim tropis yang ideal, menghasilkan daun tembakau kualitas premium. Komoditas ini sangat dicari di Amsterdam dan Bremen sebagai pembungkus cerutu terbaik dunia.

Di Helvetia, perkebunan-perkebunan raksasa beroperasi dengan sistem modern. Rumah-rumah dinas bergaya kolonial yang megah berdiri, dihuni oleh para manajer perkebunan dari Eropa. Mereka dikenal sebagai “Tuan Swiss” atau “Tuan Belanda,” mencerminkan asal muasal perusahaan yang mengelola perkebunan.

Namun, di balik kemewahan para ondernemer, terdapat kehidupan yang sangat kontras. Ribuan kuli kontrak, yang didatangkan dari Jawa, Tiongkok, dan India, menjadi tulang punggung puncak kejayaan tembakau ini. Mereka tinggal di barak-barak sederhana dengan fasilitas minim, bekerja dari pagi hingga petang.

Sistem poenale sanctie yang kejam mengikat para kuli. Mereka tidak bisa meninggalkan perkebunan sebelum kontrak berakhir, bahkan jika diperlakukan semena-mena. Pelanggaran sekecil apa pun bisa berujung pada hukuman fisik dan denda yang tak terperi, menciptakan lingkaran penderitaan.

Meskipun demikian, ada pula sisi lain kehidupan di Helvetia. Interaksi sosial yang unik terjadi antara berbagai etnis. Pasar-pasar lokal ramai, tempat para kuli berbelanja kebutuhan sehari-hari, menciptakan dinamika budaya yang menarik.

Pembangunan infrastruktur pun terjadi selama puncak kejayaan ini. Jalan-jalan perkebunan, jembatan, dan jalur kereta api dibangun untuk mempermudah distribusi tembakau. Fasilitas ini menjadi cikal bakal pengembangan wilayah Helvetia yang kita kenal sekarang.

Foto-foto lama dari Helvetia tempo dulu seringkali menampilkan pemandangan ladang tembakau yang luas, gedung-gedung pengeringan, dan rumah-rumah bergaya Eropa. Semua ini adalah saksi bisu era puncak kejayaan tembakau Medan yang pernah mengubah lanskap dan ekonomi daerah ini.